Atasi Abrasi Pantai Padang, Kepala BNPB Sarankan Kombinasi Infrastruktur dan Vegetasi

oleh -73 Kali Dibaca
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat meninjau pembangunan sea wall penahan abrasi dan gelombang tsunami di pesisir Pantai Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis 15 April 2021. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyarankan untuk mengendalikan laju abrasi di Pantai Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, dilakukan dengan kombinasi infrastruktur dan vegetasi.

Hal ini disampaikan Doni Monardo saat meninjau Pantai Padang, Kota Padang, Kamis 15 April 2021.

Ditemani Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Padang Hendri Septa, Doni Monardo mengaku mempunyai kenangan dengan Pantai Padang.

“Dulu, waktu saya SMP dan SMA ini adalah tempat bermain kami. Masih ada puluhan meter pantainya, sekarang habis sama sekali. Sudah juga dipasang juga batu grip ke arah laut, tapi ternyata habis setelah 30 tahun,” kata Doni di lokasi Pantai Padang.

Doni berharap, Pantai Padang sebagai lokasi wisata populer di Kota Padang mendapatkan perhatian serius, sehingga aman dari potensi ancaman abrasi laut dan bencana gempa bumi yang dapat memicu gelombang tsunami dari Samudera Hindia.

Dalam kunjungan itu, Doni menilai pembangunan sabuk garis pantai atau sea wall yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB sudah terlaksana dengan baik.

Baca Juga:

Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Karo Akan Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesta

L’Oréal Professionnel Gelar Virtual Smoky Hair Meriah dengan Gebyar Puluhan Hadiah

Meski begitu, Doni berharap agar penahan abrasi dan tsunami itu juga dikombinasikan dengan infrastruktur lain berbasis vegetasi alami.

Sea wall yang baru kita saksikan ini adalah bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB atas usulan dari Kota Padang dan Pemerintah Sumatera Barat. Kita harapkan tanggul penahan ini (tidak) berhenti di sini saja,” katanya.

Dalam hal ini, Doni meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang dapat membuat regulasi yang mengatur tentang ekosistem berkelanjutan.

Dia meminta agar penanaman vegetasi sebagai benteng alami tidak berhenti sebagai kegiatan seremoni saja.

“Peraturan yang bisa membangun ekosistem secara kontinu secara berlanjut. Tidak bisa hanya menanam lantas dibiarkan,” ujarnya.

Kepala BNPB meminta agar kawasan pesisir barat wilayah Sumatera Barat itu dapat ditanami beberapa jenis pohon yang memiliki manfaat sebagai peneduh dan mampu mereduksi ancaman abrasi dan tsunami.

Doni merekomendasikan vegetasi seperti Pinago atau Nyamplung, Waru, Ketapang, Cemara Udang dan Beringin kepada Pemerintah Daerah Sumatera Barat.

“Seluruh kawasan pesisir barat wilayah Sumatera Barat ini bisa ditanami dengan vegetasi yang punya kekuatan yang baik,” jelas Doni.

Dia menyakini apabila kombinasi infrastruktur itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat menyelamatkan generasi muda di masa yang akan datang.

“Kalau ini bisa dikembangan secara bertahap berlanjut, maka kita bisa menyelamatkan generasi yang akan datang,” ungkap  Doni.

Di kesempatan itu, Doni meminta seluruh komponen baik mulai pemerintah, masyarakat hingga tokoh adat agar bersama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga, merawat, dan melestarikan apa yang sudah dimulai untuk mitigasi dan mengurangi risiko bencana alam.

“Agar bersedia merawat yang ada di sepanjang pantai. Jangan ditebang, jangan dirusak. Semakin banyak tanaman di pantai akan membuat pantai tahan abrasi dan bertambah pasirnya,” pungkas Doni.

Usai melakukan peninjauan di Pantai Padang, Doni juga menyempatkan diri melihat hasil pembangunan sea wall yang berada di samping Masjid Al-Hakim, dan dilanjutkan menuju Painan untuk melaksanakan Rapat Koordinasi bersama Bupati Pesisir Selatan dan jajarannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *