Bencana Hidrometeorologi Kembali Renggut Korban, 11 Warga Cihanjuang Sumedang Tewas Tertimbun Longsor

oleh -156 Kali Dibaca
Upaya evakuasi dilakukan tim SAR gabungan di lokasi longsor Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu 9 Januari 2021. [Foto BPBD Sumedang | Rienews]

RIENEWS.COM – Dilaporkan 11 warga Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, meninggal dunia dalam  peristiwa tanah longsor.  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan 18 korban lainnya di antaranya Danramil Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyatakan, bencana tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Sabtu 9 Januari 2021, diketahui pertama terjadi pada pukul 16.00 WIB. Longsor susulan kembali terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

“Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi  dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang per Minggu dinihari (10 Januari 2021), mencatat korban luka 18 jiwa, dan meninggal dunia 11,” tulis Raditya dalam siaran persnya, Minggu 10 Januari 2021.

Baca  : Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Awal Tahun 2021

Raditya menyebutkan, Danramil Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban.

“Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan,” kata Raditya.

Pantauan BPBD setempat korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi.

Baca Berita:

Pencarian Sriwijaya Air SJ182 Difokuskan di Pulau Laki dan Pulau Lancang

Banjir di Sumbawa, 2 Unit Rumah Roboh

Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor.

“Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (9 Januari 2021) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim. Kebutuhan mendesak saat ini yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran,” kata Raditya.

Intensitas hujan tinggi pada Sabtu kemarin menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

Baca Juga : Banjir dan Longsor di Kepulauan Sangihe, Satu Orang Meninggal Dunia

Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektar.

Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada  hari ini, Minggu 10 Januari 2021 dan esok (Senin 11 Januari 2021), kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir.

Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang.

Persiapan diri sendiri, keluarga dan komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Menyikapi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021, BNPB telah mengingatkan BPBD Provinsi untuk melakukan upaya peringatan dini dan kesiapsiagaan, khususnya di BPBD kabupaten dan kota.

BNPB menyurati BPBD di 34 provinsi untuk terus berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota. Peringatan dini dan kesiapsiagaan ini didasari data prakiraan potensi banjir dan longsor pada Januari 2021 dari BMKG, yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR, BIG dan PVMBG. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *