Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Karo Akan Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesta

oleh -41 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau aktivitas warga pasar Kabanjahe. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akan menerbitkan regulasi tentang hajatan (perayaan atau pesta) di masa pandemi Covid-19.

Penerbitan regulasi, Peraturan Bupati (Perbup) Dalam Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Pesta Adat, itu mengingat masih abainya warga dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat digelarnya hajatan di jambur atau gedung.

Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan pelaksanaan posko penanganan Covid-19 tingkat desa/kelurahan, Rabu 14 April 2021, di Kantor Bupati Karo, Kabanjahe. Rakor yang dipimpin Bupati Karo Terkelin Brahmana dihadiri Wakil Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang, Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriono, Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto, Sekda Kamperas Terkelin Purba, dan Ketua Harian Lakonta Malem Ukur Ginting, para camat  dan kepala desa se-Kabupaten Karo.

Erma Julita dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Karo, dalam paparannya menyatakan, saat ini pihaknya telah menyusun draf Peraturan Bupati dalam pelaksanaan tatanan normal baru pesta adat pada masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:

L’Oréal Professionnel Gelar Virtual Smoky Hair Meriah dengan Gebyar Puluhan Hadiah

BNPB Surati 30 Provinsi Agar Waspada “Ancaman” Bibit Siklon Tropis 94W

Disebutkannya, rancangan Perbup tersebut  mengatur tata cara penyelenggaraan adat Mbaba Belo Selambar/Nganting Manuk/Lamaran yang termaktub dalam Bab IV pasal 6; yang hadir adalah huruf A. Orang Tua Pengantin kedua belah pihak. B. Pengantin, huruf C. Yang mewakili keluarga, Sembuyak /Senina, Anak Beru, Kalimbubu, dan huruf D. Mewakili lembaga agama dua orang.

“Sedangkan, tata cara penyelenggaraan kerja adat /pesta pernikahan, kematian dan mengket rumah pada BAB VII pada pasal 7 yang terdiri terdiri dari 6 ayat, di mana ada poin di dalamnya kehadiran 50 persen dari kapasitas jambur/gedung dan wajib mengikuti protokol kesehatan 3M (memakai masker /face shield, mencuci tangan dan menjaga jarak),”ungkapnya.

Erma juga menjelaskan, pada ayat ke 3 dalam rancangan Perbut itu, disebutkan bagi pihak pengelola jambur/gedung wajib menyampaikan kegiatan kepada satuan gugus tugas, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo, dan satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Karo paling lama 3 (tiga) hari sebelum kegiatan. Ini tertuang dalam draf pada pasal 4 dan pasal 5.

Dalam Perbup Dalam Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Pesta Adat memuat sanksi administrasi bagi pelaku usaha, yang diatur pada pasal 10. Menegaskann pelaku usaha yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 dikenakan sanksi administrasi berupa: teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan dan  mencabut izin usaha dan/izin operasional bagi pemilik gedung.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menekankan agar kepala desa mensosialisasikan rancangan Perbut tersebut.

“Aturan ini wajib diketahui, sebab bertujuan sangat baik, di samping itu menekan laju perkembangan Covid-19. Kita tahu program pemerintah sedang digalakkan vaksinasi, sebagian sudah berjalan dan sebagian sedang berjalan.  Tentu hal ini bukan jaminan luput dari Covid-19, akan tetapi melalui disiplin dan mengikuti anjuran pemerintah, mudah-mudahan semua baik-baik saja,” tegasnya.

Terkelin menyebut, rancangan Perbub secara signifikan tidak mengalami perubahan.

“Jika pun ada perbaikan hanya sedikit saja dan secepatnya akan ditandatangani, namun demikian kita tetap menerima masukan dan saran,” pungkasnya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono  dan Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto menyatakan akan menugaskan jajarannya memantau kegiatan hajatan yang digelar di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karo Abel Tarwai Tarigan mengatakan segera menindaklanjuti rancangan  Perbup disosialisasikan ke seluruh camat dan kepala desa.

Pengurus Lakonta, Malem Ukur Ginting mengaku sejak awal terlibat dalam menyusun Perbub tersebut. Dirinya setuju dan mendukung peran pemerintah dalam menekan dan mengontrol penanganan penularan Covid-19.

“Caranya, melalui Perbub itulah akan mengakomodir semua program pemerintah, mudah-mudahan akan berdampak positif bagi masyarakat dalam penyelenggaraan pesta adat,”pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *