Demi Pendidikan Anak Korban Bencana, Tiarma Ginting Hibahkan Tanah Untuk Bangun Sekolah

oleh -810 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi pemilik tanah Tiarma Ginting meninjau lahan akan dihibahkan untuk pembangunan gedung SD di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Rabu 28 Agustus 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Tiarma Ginting (64 tahun) menghibahkan tanah miliknya seluas 6.410 meter persegi telah bersertifikat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hibah ini dimaksudkan Tiarma, warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, agar Pemerintah Kabupaten Karo membangunkan gedung sekolah dasar.

Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, salah satu desa yang  seluruh warganya diungsikan, menetap di hunian sementara (Huntara) Desa Surbakti. Direncanakan, warga Desa Kuta Tengah akan dikembalikan ke desa mereka, setelah pemerintah menurunkan level status Gunung Sinabung dari level IV (Awas) menjadi level III (Siaga), sejak Senin 20 Mei 2019.

“Saya ikhlas menghibahkan tanah tersebut ke Pemda Karo dengan harapan anak-anak kami yang bersekolah nantinya saat kembali ke Desa Kuta Tengah tidak susah dan repot menuntut ilmu ke Simpang Empat karena jauh. Dan kami orang tua tidak was-was,” ungkap Tiarma Ginting saat mendampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau lokasi tanah miliknya, Rabu 28 Agustus 2019.

Simak Berita Pandia Hibahkan Tanah 1 Hektar Untuk Gedung SMA

Tiarma menyatakan tanah miliknya seluas 6.410 meter persegi itu telah bersertifikat. Tanah yang akan dihibahkan Tiarma Ginting saat ini dimanfaatkan sebagai tempat berladang, bertani, oleh warga setempat lazim disebut perladangan Juma Sungai.

Pemilik lahan berjanji akan segera mengosongkan lahan yang saat ini ditanami tomat akan dipanen.

Sebelum diungsikan, anak warga Desa Kuta Tengah bersekolah di SD 040475 Tigaserangkai di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat. Sejak terjadinya erupsi Gunung Sinabung, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan. Para anak didik dipindahkan ke SD di Desa Surbakti.

Baca Berita:

Ini Upaya Pemkab Karo Mempopulerkan Kopi Karo

Sudah 100 Persen Sistem Jaringan Kabel Telkom Kabanjahe Gunakan Fiber Optik

Bupati Karo Terkelin Brahmana menilai lahan yang akan dihibahkan Tiarma Ginting cocok dan strategis untuk dibangunkan gedung sekolah dasar.

“Apalagi dalam waktu dekat ini, setelah turunnya status Gunung Sinabung, warga Desa Kuta Tengah yang tinggal di huntara di Desa Surbakti akan dikembalikan ke Kuta Tengah, sesuai rekomendasi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Kemungkinan bulan September 2019 ada beberapa pengungsi kembali ke desanya,” kata Terkelin.

Didampingi  Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Kabid Logistik Natanael Perangin-angin, Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Karo Parlindungan Gurusinga, Camat Simpang Empat Amsah Perangin-angin, Terkelin Brahmana meninjau lahan yang akan dihibahkan Tiarma Ginting.

Bupati memerintahkan Dinas Pendidikan Karo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  menindaklanjuti rencana hibah tanah Tiarma Ginting.

“Segera tindaklnjuti jika pemilik sudah menghibahkan tanah tersebut ke Pemda. Dalam arti kata, teknisnya Dinas Pendidikan buat kajian. Begitu juga BPBD Karo ajukan administrasi, surat ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Ndokum Siroga sebagai rekomendasi untuk pembangunan sekolah ini, sebagai syarat bisa dan tidak menyalahi aturan ke depan. Jangan nanti setelah selesai dibangun timbul bencana lagi ya, bencana hukum,” tegas Terkelin.

Kalak BPBD Karo Martin Sitepu menjelaskan, rencana pemulangan pengungsi asal Desa Kuta Tengah dilakukan September 2019.

“Rencana awal bulan September 2019, kita sosialisasi agar masyarakat dapat kembali lagi ke desanya sesuai penurunan status Gunung Sinabung. Nah, jika pembangunan (gedung) sekolah dikerjakan oleh BPBD, maka wacana kami sebelum masyarakat kembali ke Desa  Kuta Tengah, kami BPBD siap membangun sekolah SD sementara melalui gotong-royong TNI. Sebab dana tersebut ada dikucurkan (anggaran) melalui fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum),” tutur Martin.

Ditambahkannya, apabila bukan BPBD yang mengerjakan, diambilalih oleh  Dinas Pendidikan, dinas tersebut akan menganggarkan dulu biaya pembangunan sekolah.

Tenaga pendidik, guru honorer mengajar menumpang anak-anak Desa Kuta Tengah di SD 040475 Tigaserangkai, Triana br Sembiring mengaku bahagia mendengar rencana pembangunan gedung SD di Kuta Tengah.

“Saya bisa fokus kembali mengajar anak-anak. Masyarakat Desa Kuta Tengah, harapan kami sama, ingin anak-anak kami menimba ilmu di desanya sendiri,” imbuh Triana. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *