Di ‘Udara’ Cawagubsu Ijeck Beberkan Makna Sumut Bermartabat

oleh -805 Kali Dibaca
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck) saat talk show di Trijaya FM, dipandu penyiar Iskanda "Prapanca", Senin 26 Februari 2018. [Foto Ist|Rienews.com]

 

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck) saat talk show di Trijaya FM, dipandu penyiar Iskanda “Prapanca”, Senin 26 Februari 2018. [Foto Ist|Rienews.com]
RIENEWS.COM – Pasangan calon nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, dalam Pemilihan Gubernur Sumatera dikenal dengan tagline: Sumut Bermartabat.

Lantas apa makna slogan “Sumut Bermartabat bagi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) Musa Rajekshah.

Pertanyaan itu disampaikan penyiar radio Iskandar kepada Musa Rajekshah, akrab dikenal Ijeck, dalam talk show Pentas Pilkada, yang disiarkan langsung Trijaya FM pada Senin  26 Februari 2018.

KLIK: Bupati Karo: Pemerintah Beli Gabah Petani Karo

“Bermartabat itu kan artinya kita punya harga diri. Harga diri Sumut harus dimulai dari rasa aman warganya, sejahtera hingga prestasi. Dan ini sesuai dengan visi Sumut Bermatabat,” kata Ijeck mengawali talkshow radio.

Diungkapkannya, visi Sumut Bermatabat dibagi dalam lima poin.

Yakni mengurangi angka pengangguran, memperbaiki dan perbaikan kualitas infrastruktur, sistem pendidikan yang cerdas, layanan kesehatan yang berkualitas, dan peningkatan daya saing masyarakat seperti kedaulatan pangan.

“Banyak harapan masyarakat soal lapangan kerja. Untuk itu pentingnya membentuk balai latihan kerja, prgram magang pekerja usia muda, meningkatkan enterpreneur, pengusaha muda. Tentu memerlukan bantuan modal yang akan kita siapkan,” urai Ijeck.

Ijeck menandaskan diperlukan kerjasama lintas pihak terutama perguruan tinggi.

“Ini penting mengingat peran perguruan tinggi dalam mengurangi angka pengangguran,” kata Ijeck.

Begitu juga soal infrastruktur. Saat ini kondisi infrastruktur di Sumut banyak dikeluhkan.

“Infrastruktur jalan misalnya. Ini berdampak pada ekonomi publik. Misalnya buruknya jalan bisa menghambat warga dalam berdagang,” kata Ijeck.

Khusus buruknya jalan yang berstatus jalan nasional, Ijeck menegaskan perlunya lobi dan komunikasi intens dengan pemerintah pusat.

“Masyarakat jangan dicekoki lagi dengan statement bahwa jalan nasional bukan tanggungjawab provinsi. Jangan. Apa gunanya ada pemerintah. Yang dibutuhkan masyarakat itu adalah infrastruktur yang layak, bukan alasan-alasan. Di sinilah peran provinsi berkomunikasi dengan pusat,” tegas Ijeck.

Dalam dialog on air, sejumlah penelepon menyampaikan harapan dan curhatnya kepada Ijeck.

Di antaranya soal pertanian, birokrasi, perbaikan pelayanan kepada masyarakat, pemberantasan narkoba hingga program perumahan rakyat DP nol rupiah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *