Erupsi Gunung Ili Lewotolok Sebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan

oleh -88 Kali Dibaca
Erupsi Gunung Ili Lewotolok menyebabkan kebakaran di lereng gunung yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. [Foto PGA Lewotolok]

RIENEWS.COM – Erupsi Gunung Ili Lewotolok menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar lereng, berlokasi di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada Rabu 28 Juli 2021, pukul 00.00 – 06.00 WITA. Erupsi Gunung Ili Lewotolok disertai dentuman kuat dan lontaran lava pijar.

Material vulkanik terlontar hingga 700–800 meter ke arah selatan-barat daya, dengan ketinggian 1.000 meter dari puncak gunung. Dampak erupsi Gunung Ili Lewotolok menyebabkan kebakaran di lereng gunung, dan dikhawatirkan mengancam rumah-rumah adat, lahan dan pemukiman warga setempat. Gunung Ili Lewotolok saat ini berada di level III atau Siaga.

Baca Juga:

Gubsu Edy Rahmayadi Apresiasi Pembibitan Kentang di Karo

23 Perguruan Tinggi Berkolaborasi Riset Kebencanaan Bali

Menghadapi Karhutla di lereng Gunung Ili Lewotolok, Pemerintah Kabupaten Lembata, telah melakukan upaya pemadaman. Namun, kebakaran belum dapat dikendalikan sepenuhnya hingga saat ini. Upaya pemadaman Karhutla oleh petugas dibantu masyarakat setempat hanya menggunakan peralatan manual.

“Keterbatasan peralatan pendukung dan kendala fisik di lapangan, termasuk titik-titik api tersebut masih berada dalam kawasan rawan bencana, radius 3 km dari puncak gunung,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Kamis 29 Juli 2021.

Pemerintah Kabupaten Lembata telah meminta dukungan dari BPBD Provinsi NTT untuk melakukan pemadaman udara dengan helikopter. Pemerintah kabupaten mengharapkan dengan pengeboman air atau water-bombing, pemadaman dapat dilakukan dengan efektif tanpa risiko korban jiwa, mengingat lokasi berada pada radius berbahaya erupsi gunung api.

Kepala BNPB Ganip Warsito telah memerintahkan jajarannya untuk menggerakkan helikopter water-bombing untuk membantu pemadaman dan mencegah potensi kejadian serupa mengingat kondisi Gunung Ili Lewotolok masih aktif.

Hingga saat ini BNPB terus memonitor kondisi penanganan karhutla dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lembata.

Terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok, PVMBG merekomendasikan antara lain, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak gunung. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *