Gempa Tektonik Dangkal di Brebes, 23 Rumah di Kuningan Rusak

oleh -161 Kali Dibaca
Rumah warga di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, alami kerusakan dampat gempa tektonik M4,2, Jumat pagi, 11 Desember 2020. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan, 23 unit rumah warga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terdampak guncangan gempa tektonik yang terjadi Jumat 11 Desember 2020, sekitar pukul 05.51 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa berkekuatan M4,2 berpusat di 28 kilometer barat daya Kabupaten Brebes, pada kedalaman 5 kilometer. Guncangan lindu ini turut dirasakan hingga wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat.

“Data sementara Pusdalops BNPB, per 11 Desember 2020, pukul 13.00 WIB, sebanyak 23 rumah rusak di wilayah Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Kategori rusak sedang 4 unit dan rusak ringan 19. Rumah mengalami kerusakan meskipun kekuatan guncangan pada skala II MMI. Sedangkan kerusakan lain, BPBD Kabupaten Kuningan mencatat 2 unit fasilitas umum,” sebut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya, Jumat siang.

Baca Berita Gempa Bumi Di Sini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan telah menurunkan tim kaji cepat untuk mengidentifikasi dampak di lapangan. BPBD setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait pascagempa.

“Gempa tadi pagi dirasakan di beberapa wilayah selama 20 detik, khususnya di Kabupaten Kuningan. Di samping itu, BPBD Kuningan mengimbau masyarakat setempat untuk tidak panik dan tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas sumber informasinya,” kata Raditya.

BPBD Kabupaten Brebes melaporkan guncangan gempa dirasakan lemah oleh masyarakat. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa di wilayahnya.

Baca Berita:

Hari Ini Brebes Diguncang Gempa Darat 4,2 Magnitudo

Doni Monardo Tegur Pejabat Daerah di Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Dalam siaran persnya, Raditya menyertakan keterangan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Daryono menyebutkan, gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas Sesar Brebes.

Hal tersebut dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

“Jalur Sesar Brebes ini di peta terletak di sebelah barat daya Kota Brebes yang struktur sesarnya memanjang sekitar 22 kilometer berarah barat-timur, memiliki magnitudo tertarget 6,5. Sesar ini merupakan bagian dari Baribis-Kendeng Fold Thrust Zone,” ujar Daryono.

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan bahwa tidak sekali ini saja wilayah Brebes dan Kuningan diguncang gempa.

Pada 13 Juli 2013 wilayah Brebes dan Kuningan pernah diguncang gempa berkekuatan 4,7 yang dipicu oleh Sesar Brebes. Guncangan dirasakan di Brebes dalam skala intensitas III MMI, Sedangkan di Kecamatan Cibingbing dan Kecamatan Bantarkawung intensitasnya mencapai mencapai IV MMI.

“Dampak gempa saat itu tercatat ada 36 jiwa atau 9 kepala keluarga yang terdampak gempa, 2 rumah rusak berat di Dukuh Sindangsari dan Kastori, sedangkan 7 rumah rusak ringan di Dukuh Pasir Salem. Pusat gempa saat itu berada diperbatasan antara Kecamatan Cibingbing Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,” ujarnya.

Dilihat dari catatan historis, Daryono menyampaikan, Kabupaten Brebes dan Kuningan pernah terjadi gempa akibat aktivitas sesar aktif pada 21 Oktober 1931, 16 Juni 1971, dan 4 Februari 1992 yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.

“Jika mencermati aktivitas kegempaan di zona Sesar Brebes tampak bahwa sesar ini masih sangat aktif, yang tampak dari seismiaitas dan catatan sejarah kegempaannya. Melihat aktivitasnya, maka Sesar Brebes merupakan sumber gempa yang patut diwaspadai, karena aktivitas gempa dengan kekuatan di bawah 5,0 jika kedalamannya sangat dangkal dapat menimbulkan kerusakan,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *