RIENEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar sosialisasi Pemilu 2024 dengan kegiatan nonton bareng (nobar) film Kejarlah Janji pada Sabtu, 14 Oktober 2023, di Yogyakarta.
Film Kejarlah Janji merupakan produksi KPU bekerjasama dengan Garin Nugroho. Film ini dibintangi Ibnu Jamil, Shenina Cinnamon, Bima ZeroCut Mini Theo, Theresia Wulandari, Thomas Rian, Irene vista, Asriuni, dan Ernanto berkisah diorama politik pemilihan kepala desa dengan ragam intrik dan dampaknya.
Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang turut hadiri mengikuti nobar Kejarlah Janji, menyatakan, film ini dibuat sebagai refleksi menuju Pemilu 2024, agar hal-hal negatif yang terjadi pada pemilu sebelumnya tidak terulang lagi.
KPU berharap film ini dapat membawa pesan kedamaian untuk Pemilu 2024. Film Kejarlah Janji diluncurkan pada tanggal 15 September 2023, menjadi sarana KPU berkomunikasi dengan pemilih untuk pendidikan pemilih.
Hasyim menyebutkan, KPU akan menggelar nobar film tersebut di pesantren se-Indonesia tanggal 22 Oktober 2023 bertepatan dengan Peringatan Hari Santri.
Menurut Ketua KPU, ada tigahal yang perlu diperhatikan dalam film ini. Pertama, pemilu sebagai peristiwa politik karena pemilu itu adalah untuk meraih kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan serta pemilu dianggap sebagai sarana yang dianggap sah dan legal untuk meraih kekuasaan ataupun mempertahankan kekuasaan.
Kedua, pemilu juga sebagai sebuah peristiwa ekonomi, dan ketiga pemilu sebagai peristiwa kebudayaan.
Artikel lain
KPU Siapkan Konsultasi Persyaratan Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres 2024
Deklarasi Anies-Muhaimin, Surya Paloh Janjikan Paslon Pertama Daftar ke KPU
Komjen Fadil Imran Pimpin Operasi Mantap Brata Pengamanan Pemilu 2024
Film Kejarlah Janji sudah tayang di Bandung, Yogyakarta, selanjutnya akan tayang di Surabaya, Makassar, dan Palembang.
Pasal 12 huruf j Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengamanatkan kepada KPU untuk menyosialisasikan penyelenggaraan pemilu yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU kepada masyarakat.
Untuk melaksanakan amanat tersebut, KPU melakukan berbagai strategi yang tidak sekadar berdampak dalam membangun awareness, tetapi juga dapat menjadi inspirasi yang mendorong perubahan perilaku (behavior change) untuk pemilih dan masyarakat umum.
Salah satunya melalui pembuatan film cerita layar lebar. Film bisa menjadi hiburan yang menyenangkan bagi penonton, tetapi juga bisa memiliki elemen pendidikan atau pesan yang disampaikan.
Artikel lain
UII Tuntut PBB dan OKI Langkah Cepat Hentikan Perang Israel-Palestina
Buka KTT AIS, Presiden Jokowi Komitmen Siapkan Dana Hibah
Konflik Palestina-Israel, Presiden Jokowi Desak Penyelesaian Sesuai Kesepakatan PBB
“Melalui film ini kami ingin membangun kesadaran bersama untuk menciptakan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, mengajak pemilih menggunakan hak pilihnya dengan bijak, melawan politik uang, politik identitas dan SARA, serta membangun sikap toleransi. Film sangat kuat dalam menyampaikan pesan, hiburan, dan informasi kepada masyarakat secara luas, terutama untuk generasi milenial dan pemilih pemula gen Z,” kata Hasyim Asy’ari, tentang tujuan dan harapan dibuatnya film Kejarlah Janji. (Rep-02)
Sumber: KPU





