Jangan Bilang Gotong-Royong Hilang, Ini Bukti Budaya Itu Masih Awet

oleh -1.234 Kali Dibaca
Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang secara simbolis menyerahkan perangkat kerja di Bulan Bakti Gotong-Royong, Kabupaten Karo, Kamis 31 Mei 2018. [Foto Rienews.com]

RIENEWS.COMBudaya gotong-royong harus diakui mulai menghilang di Tanah Air. Namun, tidak demikian dengan masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dikatakan  Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang, pengaruh budaya luar, asing, mempengaruhi budaya gotong-royong di Indonesia.

“Gotong-royong merupakan ciri khas budaya Bangsa Indonesia sejak dulu, namun seiring perjalanan waktu dan masuknya pengaruh budaya luar yang sangat individual, saat ini rasa kebersamaan dan gotong-royong semakin memudar, kepekaan sosial mulai berkurang, tegur-sapa dan bercengkrama serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur,” ungkap Wakil Bupati Karo Cory.

Orang nomor dua di Pemkab Karo, menegaskan menggalakan budaya gotong-royong di kabupaten berjuluk Tanah Karo Simalem.

KLIK: Jakarta “Heboh” Air Bersih Olahan Tinja, Pemkab Karo Gulirkan Pamsimas III

“Marilah kita galakkan lagi budaya gotong-royong masyarakat, hal ini sangatlah tepat untuk diterapkan dalam pembangunan kabupaten karo yang kita cintai ini “ Ungkap Wakil Bupati Karo.

Melalui momentum bulan Bakti Gotong-Royong,  Wakil Bupati Karo mengajak masyarakat meningkatkan semangat gotong-royong dalam mewujudkan masyarakat yang berintegrasi dan mandiri.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang di acaa Peringatan Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat ke-XV tingkat Kabupaten Karo tahun 2018, yang  dilaksanakan di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kamis 31 Mei 2018.

Dengan mengusung tema: Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat ke-XV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46, Kita gelorakan Kerja Gotong -Royong Menuju Kemandirian dan Kesehjateraan Masyarakat.

“Saya berharap, peringatan ini dapat memberikan makna yang mendalam, dalam berkiprah dan berkarya secara nyata dalm menyumbangkan darma bakti kita bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, serta memperkokoh nilai budaya bangsa yang perlu dilestarikan untuk memperoleh hasil yang optimal bagi pertumbuhan kesejahteraan kehidupan bermasyarakat, serta meningkatkan peran aktif masyarakat melalui semangat kebersamaan, membangkitkan semangat gotong-royong,” imbuh Wakil Bupati Karo, seraya meresmikan Bulan Bakti Gotong-Royong dengan memukul gong.

Dalam acara tersebut, secara simbolis diserahkan alat gotong-royong seperti kereta sorong, cangkul, dan sapu kepada perwakilan desa dari tiap kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, unsur FKPD, anggota DPRD, pimpinan OPD,  Camat, TP PKK, para kepala desa serta masyarakat.  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *