JATIM  

Pemerintah Ajukan Reog Ponorogo Jadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia

Pemerintah mengajukan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda dunia ke UNESCO. Foto Kristian Suryatna/kemenkopmk.go.id.
Pemerintah mengajukan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda dunia ke UNESCO. Foto Kristian Suryatna/kemenkopmk.go.id.

RIENEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, Reog Ponorogo, Jawa Timur, layak menjadi warisan budaya tak benda dunia.

Kesenian Reog Ponorogo kini tersebar di berbagai daerah hingga mancanegara menandai layaknya kesenian tersebut  tersebut untuk diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia (WBTB) oleh UNESCO.

“Paguyuban Reog Ponorogo tersebar di berbagai daerah, bahkan ke Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, semuanya ada. Pokoknya Reog Ponorogo telah mendunia. Sudah seharusnya diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Ponorogo,” kata Muhadjir.

Pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo sebagai WBTB nantinya, kata Muhadjir, akan memberikan rasa kebanggaan tersendiri kepada seluruh warga Ponorogo dan masyarakat Indonesia. Sekaligus melengkapi 12 warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebelumnya.

Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy saat menyambut kedatangan Pawai Budaya Reog Ponorogo yang diikuti sekitar seribu peserta dengan berbagai penampilan kesenian di halaman Kemenko PMK, pada Minggu, 27 Agustus 2023.

Artikel lain

World Seafood Shanghai 2023 KKP Catatkan Transaksi Rp238 Miliar

Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Vonis Kasasi MA Tragedi Kanjuruhan

Dikenakan TPPU Aset Rp89 Miliar Milik Bandar Narkoba Disita

Muhadjir menjelaskan, pengajuan kesenian tersebut sebagai WBTB Dunia merupakan  kepedulian pemerintah untuk melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Indonesia.

“Kebudayaan adalah alat soft diplomacy yang paling efektif untuk berhubungan dengan negara lain. Suatu negara akan dianggap beradab atau tidak akan dilihat dari seberapa unggul, seberapa adiluhung kebudayaannya,” imbuh Muhadjir.

Gelar karya Pawai Reog Ponorogo yang digelar di halaman Kemenko merupakan upaya untuk mendorong kesenian itu diakuinya UNESCO.

Artikel lain

Bergabungkah Indonesia di Blok BRICS, Ini Kata Presiden Jokowi

Tindak Lanjut Upaya Atasi Krisis Pangan di Papua Tengah

Korupsi Bansos Kemensos Tahun 2020, KPK Tetapkan 6 Tersangka Baru

Di acara itu diserahkan dokumen pengajuan WBTB Reog Ponorogo secara simbolis dari Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Paguyuban Reog, Susiwijono Moegiarso kepada Menko PMK yang diteruskan kepada Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dan akan diserahkan kepada UNESCO untuk disidangkan pada bulan Desember 2024 mendatang. (Rep-02)

Sumber: Kemenko PMK