Polisi ‘Buntu’ Ungkap Pembunuh Mahasiswi UQB

oleh -1.825 Kali Dibaca
Seorang warga melintas di TKP pembunuhan Sri Muliati, ditemukan tewas di dalam kamar tidur rumah kontrakannya, Gang Sempurna, Kelurahan Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu 22 Juni 2019. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM-  Kepolisian Resor Tanah Karo hingga kini belum mampu mengungkap pelaku pembunuh mahasiswi Universitas Quality Berastagi (UQB), Sri Muliati.

Korban ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di dalam kamar tidur, rumah kontrakannya di Gang Sempurna, Kelurahan Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu 22 Juni 2019, sekitar pukul 12.10 WIB.

Tetangga korban, Feby br Sembiring sempat mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah korban. Rumah Feby dan korban berdempetan. Keesokan harinya, Sabtu 22 Juni 2019, remaja 21 tahun asal Desa Lau Baleng, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, ini ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar tidurnya.

Feby mengaku mengenal akrab korban, dan sudah mengganggap korban adiknya. Sepengetahuannya, Sri Muliati adalah mahasiswi Fakultas Hukum semester IV di UQB, dan sudah menikah dengan pria berinisial AT, berasal satu kampung korban.

Namun, setelah peristiwa pembunuhan terhadap korban terjadi, Feby baru mengetahui bahwa AT dan korban belumlah resmi menjadi pasangan suami-istri.

Baca Berita:

Bupati Karo Buka Sosialisasi Kependudukan Tahun 2019

Dua Pekan Keluar Bui, Residivis Curi Motor Lagi

“Saat pembunuhan korban terjadi, di situ kami mengetahui kalau korban belumlah menikah bersama Aman Tarigan,” ungkap Feby kepada wartawan, Selasa 25 Juni 2019.

Feby mengungkapkan, terakhir bertemu korban, Jumat malam, 21 Juni 2019.

“Pas, Jumat malam itu dia datang ke rumah. Seperti pada biasanya, tetapi dia bicara banyak dengan Mama Dewa (tetangga korban dan Feby),” ujar Feby.

Sekitar pukul 20.00 WIB, kata Feby, Mama Dewa pamitan pulang. Tak lama, korban yang menyapa Feby dengan sebutan Tuah, ikutan  pamit pulang.

“Aku juga pulang ya Tuah,” tutur Feby menirukan ucapan terakhir korban.

Disebutkan Feby, AT kerap datang ke rumah kontrakan korban di hari Senin dan Rabu.

Feby mengakui dirinya sering menjadi tempat curahan hati (curhat) korban. Curhat terakhir korban yang diingat Feby, mengenai hari ulang tahunnya dan masalah perpanjangan kontrak rumah.

“Pusinglah Tuah, tanggal 26 Juni ini aku ulang tahun, di mana lagi harus perpanjang rumah kontrakan selama satu tahun dengan biaya Rp4 juta,” ujar Feby.

Saat wartawan ke rumah kontrakan Sri Muliati yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), tampak seorang pria, AT berada di rumah tersebut. Meski garis polisi masih terpasang, AT tetap memasuki TKP.  Dia berdalih sudah mendapatkan izin dari Kasat Reskrim.

“Aku sudah izin dengan Kasat Reskrim untuk membersihkan rumah ini, dan disetujui olehnya,” kata AT.

Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan mengatakan kasus tewasnya Sri Muliati hingga kini masih diselidiki.

“Kita minta kepada rekan-rekan agar bersabar. Sebab, kasus ini masih tahap lidik. Kita minta kerjasamanya guna mengungkap kasus ini,” kata AKP Ras Maju kepada wartawan, Selasa sore. (Rep-01)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *