Sinabung “Berhenti” Erupsi Alasan Warga Masuki Zona Merah

oleh -1.012 Kali Dibaca
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Gunung Sinabung, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara, Selasa 4 September 2018, meninjau lokasi zona merah Gunung Sinabung, Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM –  Meski sudah berulang Dansatgas penanganan Gunung Api Sinabung Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara mengingatkan agar warga dan wisatawan tidak memasuki zona merah, namun hal itu tampaknya kurang diindahkan.

Seperti warga bernama P. Tarigan yang tanpa khawatir ancaman erupsi Gunung Sinabung, terlihat santai sembari memancing di danau yang berada di Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Desa Sukanalu masuk dalam zona merah yang telah ditetapkan pihak otoritas penanganan Gunung Api Sinabung.

Saat ditanya, P.Tarigan mengatakan, nekat memasuki zona merah karena melihat aktivitas Gunung Sinabung beberapa waktu terakhir berhenti erupsi.

Baca Berita: Dana Desa Gongsol Bangun Pos Ronda Senilai Rp109 Juta

“Kami lihat Gunung Sinabung akhir-akhir ini tidak pernah lagi erupsi. Makanya kami berani masuk ke lokasi zona merah ini untuk memancing,” ujar Tarigan.

Bagaimana kalau tiba-tiba terjadi erupsi. Tarigan menjawab akan segera lari meninggalkan lokasi.

“Kalau secara tiba-tiba erupsi kami akan langsung larilah, saya pun antisipasinya sebelum mau masuk ke zona merah ini.  Karena ikan lelenya di sini besar-besar, makanya saya pun candu kemari, di samping besar rasanya pun lebih enak lele di sini dari pada yang dibeli di pasar, gratis pula,” ujar Tarigan.

Dansatgas penanganan Gunung Api Sinabung yang juga Dandim 0205/TK Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara mengingatkan warga agar tidak memasuki zona merah.

“Saya tidak akan pernah bosan untuk menyampaikan larangan keras kepada warga maupun wisatawan untuk tidak memasuki zona merah,” kata Dandim.

Hingga kini status Gunung Sinabung masih level 4 (Awas). (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *