Sinyal Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan di Kedalaman 23 Meter Permukaan Laut

oleh -279 Kali Dibaca
Proses pencarian badan pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. [Foto Basarnas | Rienews]

RIENEWS.COM – Tim SAR gabungan menemukan pecahan bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang mengalami kecelakaan dalam penerbangan Jakarta-Pontianak, pada Sabtu 9 Januari 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan ada kemajuan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 berjenis Boeing 737-500, pada Minggu 10 Januari 2021.

“Dari apa yang kami dapatkan hari ini ada suatu kemajuan. Ini menunjukkan kinerja dari semua pihak di lapangan berjalan dengan baik. Kami mohon doa dari semua masyarakat agar proses pencarian ini bisa berjalan dengan baik,” kata Budi dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan.

Menteri Budi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Basarnas Bagus Puruhito, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjanto, Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo, dan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, turut meninjau langsung pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan Kapal KRI John Lie (358) milik TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Kapal Rigel milik TNI bersama tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian telah menemukan sinyal dari pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Kemudian tim penyelam dari tim Kopaska (Komando Pasukan Katak-TNI AL) juga sudah melakukan penyelaman dan menemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pecahan pesawat, life vest, warna bagian dari pesawat, bagian registrasi pesawat dan sejumlah temuan lainnya. Barang-barang tersebut ditemukan dari kedalaman sekitar 23 meter dari permukaan laut.

Baca Berita:

Bencana Hidrometeorologi Kembali Renggut Korban, 11 Warga Cihanjuang Sumedang Tewas Tertimbun Longsor

Pencarian Sriwijaya Air SJ182 Difokuskan di Pulau Laki dan Pulau Lancang

“Kami mendapatkan laporan dari tim penyelam bahwa visibility di dalam air baik dan jelas sehingga memungkinkan ditemukannya sejumlah bagian dari pesawat. Mudah-mudahan sampai sore ini kondisi arus dan pandangan di bawah laut masih bagus sehingga kita bisa lanjutkan upaya pencarian. Kami yakin disitulah titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat, mudah-mudahan bisa kita kembangkan dengan lanjut,” ungkap Panglima TNI.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, KNKT sudah menerjunkan tim menuju ke lokasi dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi bentuk atau objek di bawah permukaan laut.

Kapal ini juga memiliki kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR).

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi ini, khususnya kepada para insan SAR yang sejak kemarin berada di LKP untuk mencari dan menolong saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” kata Kabasarnas.

Berdasarkan lokasi posisi terakhir diketahui atau Last Known Position (LKP) pesawat Sriwijaya Air SJ182 berada di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pencarian Ditingkatkan

Intensitas operasi SAR pada hari kedua, Minggu 10 Januari 2021, ditingkatkan. Basarnas telah melaksanakan rencana operasi dengan membagi sektor-sektor pencarian melalui udara dan penyisiran di permukaan air.

“Orientasi kami untuk memastikan alut yang tergelar sudah menempati sektor masing-masing sesuai rencana operasi,” kata Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Marsda TNI Suparmono, dikutip dari laman resmi Basarnas.

Sementara pencarian di permukaan air di sekitar LKP, tim SAR gabungan di bagi dalam 4 sektor dengan mengerahkan kapal masing-masing, KN SAR Basudewa, KN P Marore, KN Alugara, KN Trisula KPLP, KN P Nipah, KN Celurit, KN SAR Wisnu, KP 301, KN 204, KNP-348, KN SAR Karna, KN Belati, KN Catamaran – 504, serta sejumlah Rigid Inflatable Boat (RIB).

Selain penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan penyapuan bawah air dengan mengerahkan beberapa kapal, masing-masing KRI Rigel, KR Baruna Jaya dari BPPT, KN SAR Wisnu, dan MGS Geo Survey. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan bawah air yang canggih, seperti Multibeam Echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mendeteksi dan mencari badan pesawat.

Melengkapi tim SAR Gabungan, Basarnas juga mengerahkan tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG), unsur TNI-Polri, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI),  Indonesia Diver Rescue Team (IDRT), dan lainnya.

Selain mengerahkan alut air dan udara, Basarnas juga tetap mengerahkan SRU darat guna melaksanakan penyisiran atau penyapuan di di sepanjang garis pantai kawasan Kepulauan Seribu.

“Kondisi cuaca serta kekuatan arus baik di permukaan maupun dasar laut sangat memungkinkan menghanyutkan serpihan pesawat maupun body part ke pesisir-pesisir pantai di kawasan Kepulauan Seribu,” tegas Suparmono.

Sementara data jumlah personil yang terlibat dalam operasi pagi tadi sebanyak 326 personil, jumlah kapal 38 unit, masing- masing dari Basarnas, unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Bea Cukai, BPPT, BNPB, Polairud, KPLP,  Pelindo, MTA, dan lainnya.

Serpihan Pesawat Diserahkan ke DVI

Kabasarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito menyebutkan, temuan serpihan pesawat yang diduga kuat berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ182, yang ditemukan di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu, diserahkan ke DVI.

Serpihan pertama yang sudah dimasukan ke dalam kantong mayat tersebut sampai ke Posko Terpadu, Sabtu 9 Januari 2021, sekitar pukul 23.55 WIB.

“Serpihan ini ditemukan oleh tim SAR di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Serpihan-serpihan ini yang sebelumnya beredar di berbagai media,” ungkap Kabasarnas, dikutip dari laman resmi Basarnas.

Serpihan pesawat tersebut diserahkan kepada DVI yang diwakili oleh Kompol Asep Winardi, Kasubdit Dokpol, untuk diperiksa lebih lanjut.

“Yang pasti, kami semua, Basarnas beserta seluruh stake holder atau Potensi SAR bersinergi, bekerja bersama-sama dalam pelaksanaan operasi SAR ini,” imbuhnya.

Kabasarnas juga meminta doa seluruh masyarakat agar pesawat yag hilang kontak tersebut segera dapat diketemukan.

Pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ182 dengan rute penerbangan dari Bandara Udara Soekarno-Hatta (Cengkareng), Tangerang, Banten, menuju Bandar Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, dilaporkan hilang tak lama lepas landas pada Sabtu 9 Januari 2021, pukul 14.36 WIB.

Sesuai data manifes penumpang, pesawat Sriwijaya SJ182 membawa 50 penumpang. Perinciannya, 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. Ditambah, jumlah 6 kru aktif dan 6 kru cadangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *