RIENEWS.COM – Korban tragedi klenik dukun pengganda uang Tohari alias Mbah Slamet disebut berasal dari beberapa daerah Jawa Barat, Palembang, Lampung dan Jakarta. Polres Banjarnegara membuka hotline pengaduan orang hilang di nomor 0823-2644-4401 untuk mengindentifikasi korban pembunuhan Mbah Slamet.
“Tersangka mengaku para korban ini berasal dari beberapa daerah, mulai dari Sukabumi, Tasikmalaya, Cirebon, Palembang, Jakarta, dan Lampung,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.
Kapolres menjelaskan, hingga Rabu, 5 April 2023, dari 12 korban pembunuhan Mbah Slamet yang ditemukan, 11 korban belum teridentifikasi. Para korban ditemukan dikubur tersangka di lahan miliknya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Satu korban yang teridentifikasi, pria berusia 53 tahun asal Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. AKBP Hendri mengungkapkan, pihaknya juga mendapat laporan dari warga Lampung yang kehilangan anggota keluarganya, pasangan suami istri.
“Setelah kita crosscheck dengan tersangka, dua jasad itu benar (pasangan suami istri dari Lampung),” sebut Kapolres.
AKBP Hendri Yulianto menjelaskan, hotline pengaduan orang hilang yang disediakan Polres Banjarnegara, guna mengungkap identitas para korban pembunuhan Mbah Slamet. Nomor hotline tersebut bisa digunakan melalui telepon langsung (handphone) juga pesan Whatsapp.
“Posko ini untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dan berkaitan dengan Slamet,” kata Kapolres.
Artikel lain
Tragedi Klenik, Mbah Slamet di Banjarnegara Dukun AS di Sumut
Menanti Akhir Dugaan TPPU Rp349 Triliun
Begini Konstruksi Penyidikan KPK Dalam Kasus Rafael Alun
Bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga, Polres Banjarnegara menyarankan melengkapi data serta foto korban saat masih hidup.
“Syukur ada foto yang terlihat giginya,” kata AKBP Hendri.
Dalam pengusutan tragedi klenik ini, Polres Banjarnegara juga menetapkan tersangka lainnya yakni BS. Kapolres Banjarnegara menyebutkan, tersangka BS berperan sebagai pengunggah informasi soal kemampuan tersangka di facebook dan juga perantara mempertemukan korban dengan Mbah Slamet.
“Menurut kami, dia (BS) berperan mempertemukan korban dengan tersangka Slamet ini, sehingga otomatis pasalnya juga turut serta,” tegas AKBP Hendri Yulianto.
Eksekusi pembunuhan terhadap para korban dilakukan Mbah Slamet. Kapolres menjelaskan, tersangka Mbah Slemat mengesksekusi sendiri para korban dengan cara menyuguhi minuman yang telah dicampur dengan obat penenang dan racun potasium sianida. Setelah korban dipastikan meninggal, tersangka mengubur sendiri korbannya.
Artikel lain
Jelang Lebaran 2023, Presiden Jokowi Sidak Pasar
Dosen UNS di Illinois Rindu Keramaian Masjid Saat Ramadan di Tanah Air
Tips Menjaga Keberlanjutan Stabilitas Ekonomi Pasca Ramadan dan Idulfitri
Jasad korban yang ditemukan Polres Banjarnegara dibawa ke rumah sakit daerah untuk dilakukan autopsi dan selanjutnya dimakamkan kembali. Dari 12 jasad korban pembunuhan Mbah Slamet yang ditemukan polisi, sembilan jasad telah dimakamkan kembali. Sedangkan jasad satu korban dibawa keluarga ke Sukabumi, dan dua jasad terakhir ditemukan masih dilakukan autopsi. (Rep-02)
Sumber: Instagram Polres Banjarnegara






