Unjukrasa Korban Gunung Sinabung di Kantor Bupati Karo Ricuh

oleh -949 Kali Dibaca
Korban erupsi Gunung Sinabung, dari Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, melakukan aksi unjukrasa di Kantor Bupati, Jumat 3 Mei 2019. Massa menuntut pencairan bantuan uang sewa rumah senilai Rp4,2 juta per tahun. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Aksi unjukrasa yang dilakukan korban erupsi Gunung Sinabung dari Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, di Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat 3 Mei 2019, diwarnai kericuhan. Massa yang  didominasi nande-nande (emak-emak) memaksa masuk menemui Bupati Karo Terkelin Brahmana. Keinginan massa meringsek masuk, dihadang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Karo, hingga aksi adu dorong pun terjadi. Unjukrasa dilakukan massa, menuntut pemerintah menyalurkan dana bantuan uang sewa rumah sebesar Rp4,2 juta per tahun.

Massa sebelumnya berkumpul di Makam Pahlawan, Kabanjahe, menuju Kantor Bupati Karo. Setibanya di halaman Kantor Bupati Karo, sekitar pukul 15.25 WIB, massa melakukan aksi duduk di gerbang masuk. Sekitar pukul 16.10 WIB, Sekda Pemkab Karo Kamperas Terkelin Purba didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Karo, Mulianta Tarigan, Kabid Rehabilitasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Subur Tambun, menemui massa.

Dengan dikawal Satpol PP dan personel Polres Tanah Karo, Sekda Pemkab Karo memberikan penjelasan kepada massa, bahwa penyaluran bantuan uang sewa rumah yang sudah diproses untuk 25 kepala keluarga dan dapat dicairkan, diproses di Bank BRI. Sementara 45 kepala keluarga lainnya masih dalam proses verifikasi, sedangkan 5 kepala keluarga diminta untuk melakukan perbaikan berkas.

Sementara Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Karo, Subur Tambun meminta massa agar dapat bersabar. Dia memastikan semua korban relokasi erupsi Gunung Sinabung dari Desa Berastepu akan mendapatkan haknya, bantuan uang sewa rumah.

Baca Berita:

Jalur Lintas Karo-Aceh Terhambat Pohon Tumbang

PRCB Terpadu Gelar Simulasi Penanganan Bencana di Karo

Massa merasa tidak puas dengan penjelasan pejabat Pemkab Karo, mencoba memaksa masuk dan bertemu Bupati Karo. Upaya massa memasuki Kantor Bupati Karo mendapat penghadangan personel Satpol PP.

Aksi saling dorongpun terjadi.

Situasi tiba-tiba memanas saat seorang massa terjatuh, hingga menyulut emosi massa dan melakukan pelemparan kepada petugas. Sebagian massa langsung menenangkan rekannya, dengan cara merangkul. Melihat situasi, personel Polres Tanah Karo langsung menenangkan massa.

Kepala Pelaksana BPBD Karo Martin Sitepu, sekitar pukul 17.33 WIB, menemui massa yang masih bertahan di area Kantor Bupati.

Martin  menegaskan untuk pencairan bantuan uang sewa rumah telah ditampung di APBD 2019, proses pencairan harus melalui tahapan mekanisme.

“Dananya sudah ditampung pada APBD Tahun Anggaran 2019. Untuk pencairannya harus melalui Peraturan Bupati (Perbup). Tidak ada niat kami untuk memperlambat-lambat pencairan. Tim verifikasi berkas penerima tetap bekerja. Begitu ada berkas yang sudah selesai diverifikasi langsung diantarkan ke DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah), untuk diverifikasi kembali,” kata Martin.

Penjelasan ini tak cukup membuat massa merasa puas. Hingga pukul 18.00 WIB, massa masih bertahan di Kantor Bupati Karo. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *