RIENEWS.COM – Guru yoga dan spiritual serta penulis termahsyur asal India, Sadhguru tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat, 19 April 2024. Kedatangannya disambut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.
Sadhguru memilih Bali untuk melakukan perjalanan spiritual, karena Bali membawa ketenangan dan semangat untuk pemulihan jasmani dan rohani.
“Kedatangan Sadhguru memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata spiritual,” kata Sandiaga.
Sebagai pendiri Isha Foundation, Sadhguru yang punya nama asli Jaggi Vasudev, 66 tahun itu telah melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia. Namun, Sadhguru merasa ada hal yang istimewa dengan Bali. Bahwa tidak ada destinasi seperti Bali. Sandiaga pun berpesan kepada masyarakat Bali khususnya agar tetap dan selalu menjaga kelestarian alam, budaya, serta adat istiadat.
“Dia (Sadhguru) sampaikan bahwa minum dan menari bisa di mana saja, tapi kalau di Bali terjaga kelestarian alam, budaya dan adat istiadatnya. Jadi ini yang ia rasakan,” ujar Sandiaga.
Selain itu, kunjungan Sadhguru juga dalam rangka memperkuat sinergi budaya dan pengalaman spiritual antar kedua negara. Sadhguru tengah menyoroti hubungan sejarah antar kedua negara yang merujuk pada istilah yang disematkan oleh Odisha, sebuah negara bagian timur India yakni ‘Bali Jatra’.
Istilah ‘Bali Jatra’ berarti kegiatan sosial budaya tahunan yang memperingati hubungan masa lalu antara masyarakat Odisha dengan Bali. Dalam kegiatan tahunan tersebut, masyarakat Odisha meluncurkan perahu mainan mini yang terbuat dari kertas berwarna, kulit pohon pisang yang kering, serta gabus di perairan di sekitar negara bagian tersebut sebagai simbolis dari perjalanan leluhur mereka ke Bali.
Sadhguru pun kerap melontarkan pujian untuk Indonesia atas kelestarian tempat-tempat spiritual terutama di Bali. Menurut Sadhguru, keistimewaan yang dimiliki Bali tidak dapat ditemukan di destinasi lain di dunia.
Artikel lain
Sandiaga Luncurkan “unBALIvable” Jadi Merek Kolektif Bali
Selama Lebaran 2024, Korban Meninggal Lakalantas 469 Orang
Jelang Putusan Sengketa Pilpres 2024, Presiden ke 5 hingga HRS Ajukan Amicus Curiae
Sadhguru beserta rombongan dijadwalkan akan berada di Bali selama kurang lebih satu pekan. Ia akan menyelami sains di balik budaya dan pura serta menjelajahi berbagai tempat kuno yang berenergi termasuk Pura Besakih dan Tirta Empul.
“Mudah-mudahan ini (kedatangan Sadhguru) semakin bisa menarik banyak kunjungan, terutama dari pengikutnya karena dia punya pengikut banyak sekali, baik di India maupun di belahan dunia lainnya,” kata Sandi.
Sadhguru mempunyai 12,5 juta pengikut pada media sosial Instagram. Sadhguru telah mengajar yoga sejak 1982. Ia selalu menanamkan kepada muridnya bahwa yoga tidak hanya sebatas meditasi untuk diri sendiri, tapi juga untuk lingkungan dan masyarakat. Sadhguru juga dikenal sebagai aktivis lingkungan.
Selain Bali, Sadhguru akan berangkat ke destinasi lain di Asia Selatan, yakni Kamboja untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya. Sadhguru yang tidak terikat dengan ajaran, filosofi, agama, atau sistem kepercayaan apa pun telah berhasil menyentuh jutaan orang di seluruh dunia melalui upaya sosial dan spiritualnya. Baik mencakup penyelamatan lingkungan, pendidikan di pedesaan, dan lingkup lainnya.
Sebanyak 3 juta orang di seluruh dunia telah mendapatkan manfaat dari program andalannya bernama inner engineering dan inner engineering online, yang membawa harmoni dan keseimbangan pada sistem tubuh manusia dan meningkatkan persepsi.
Artikel lain
Pakar UGM Nilai Konflik Iran-Israel di Selat Hormuz Picu Harga BBM Naik
Perang Iran-Israel, Menteri Retno: WNI Sejauh Ini Dalam Keadaan Baik
Piala Asia U23 2024, Wasit Jadi Sorotan Laga Timnas U23 Indonesia-Qatar
Dengan lebih dari 4,37 miliar tayangan di media sosial pada tahun 2023, kehadirannya di Indonesia dan Kamboja akan menciptakan kesempatan unik bagi dunia untuk mendapatkan wawasan tentang wilayah tersebut. (Rep-04)
Sumber: Kemenparekraf






