Banjir Bandang di Flores Timur, Jumlah Korban Tewas Menjadi 23 Orang

oleh -53 Kali Dibaca
Material lumpur yang terbawa dalam peristiwa banjir bandang di Kabupaten Flores Timur. [Foto BPBD Flores Timur | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, bertambah menjadi 23 orang.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi Minggu dinihari, 4 April 2021.

“Hingga (Minggu) pukul 11.45 WIB, BPBD setempat melaporkan korban meninggal sebanyak 23 jiwa, 9 orang luka-luka, dan 2 hilang. BPBD juga melaporkan 49 KK terdampak,” kata Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima jurnalis, Minggu siang.

Ke-23 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 20 orang korban meninggal dunia berasal dari Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng, dan 3 korban meninggal dunia lainnya berasal dari Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado.

Disebutkan, 2 warga dari Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, dilaporkan hilang.

Baca Juga:

Musibah Banjir Bandang di Flores Timur, 5 Warga Meninggal Dunia

Banjir di Pasuruan, 2.970 Rumah Warga Tergenang Air

Raditya menyebutkan, kondisi di lapangan saat ini masih hujan disertai angin kencang.

Untuk kerugian materiil, BPBD Flores Timur mendata puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele.

“Selain itu, ada rumah warga sekitar hanyut terbawa banjir serta jembatan putus di  Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan,” imbuh Raditya.

Dalam penanganan dampak banjir banjang, Bupati Timur bersama TNI, Polri dan instansi terkait, menggelar rapat terbatas. Salah satunya memutuskan pendirian posko penanganan darurat.

Menurut Raditya, akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara.

“Hujan, angin, dan gelombang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat,” katanya.

BNPB, sebut Raditya, terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat.

“Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *