Deteksi TBC Tertinggi Tahun 2022 Capai 700 Ribu Lebih Kasus

Ilustrasi pnemonia. Foto Tumisu/pixabay.com.
Ilustrasi pnemonia. Foto Tumisu/pixabay.com.

RIENEWS.COM – Kementerian Kesehatan bersama seluruh tenaga kesehatan berhasil mendeteksi tuberculosis (TBC) sebanyak lebih dari 700 ribu kasus pada 2022. Angka itu disebut angka tertinggi sejak TBC menjadi program prioritas nasional. Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina, yakni dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

Berdasarkan Global TB Report 2022, jumlah kasus TBC terbanyak pada kelompok usia produktif 25 sampai 34 tahun. Jumlah kasus TBC terbanyak di Indonesia pada kelompok usia produktif terutama pada usia 45 sampai 54 tahun. Pendeteksian tertinggi penyakit TBC berkat komitmen pemerintah dan surveilans yang semakin gencar.

“Pendeteksian adalah langkah awal mengobati pasien dengan TBC. Hingga 2022 dilakukan deteksi TBC besar-besaran,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan, dokter Mohammad Syahril.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh jajaran kesehatan untuk memprioritaskan pencarian para penderita TBC. Targetnya, deteksi TBC tercapai sebesar 90 persen pada 2024. Upaya skrining dimulai sejak 2022.

Sejauh ini, Kemenkes telah membuat protokol baru, kerjasama dengan berbagai asosiasi dan organisasi profesi. Termasuk mendorong realisasi penyaluran dana Global Fund ke propinsi, kabupaten dan kota lebih cepat.

Artikel lain

Olahraga Saat Puasa Boleh Pagi Sore atau Malam Hari, Ini Tipsnya

Tarif Listrik Non Subsidi Periode April-Juni 2023 Tidak Naik

Menanti Akhir Dugaan TPPU Rp349 Triliun

Untuk percepatan penanganan TBC, pemerintah telah menjalin kerjasama dengan United Arab Emirates (UAE) pada 14 November 2022. UAE melalui Nota Diplomatik Kedubes PEA di Jakarta Nomor 1/3/19-281 menyampaikan komitmen Pemerintah UEA memberikan hibah berupa Financial Aid sebesar 10 juta USD untuk mendukung program pencegahan tuberkulosis di Indonesia.

“Penemuan kasus sedini mungkin dan pengobatan secara tuntas sampai sembuh adalah salah satu upaya terpenting memutus penularan TBC di masyarakat,” kata Syahril.

Angka keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Indonesia pada 2022 sebanyak 85 persen. Sementara angka keberhasilan pengobatan TBC resisten obat di Indonesia pada 2022 secara umum 55 persen.

Artikel lain

Bahaya Tidur Setelah Sahur dari Sembelit hingga Stroke

Masjid Islamic Center UAD Sediakan Tempat Penitipan Anak Selama Ramadan

Menyikapi Putusan FIFA Piala Dunia U20, Erick: Kita Harus Tegar

Strategi Nasional Eliminasi TBC yang tertuang pada Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis meliputi penguatan komitmen, peningkatan akses layanan TBC, optimalisasi upaya promosi dan pencegahan TBC, pengobatan TBC dan pengendalian infeksi, kemudian pemanfaatan hasil riset dan teknologi. (Rep-04)

Sumber: Kementerian Kesehatan