Elpiji Subsidi Langka, DPR Akan Panggil Menteri BUMN Erick Thohir

Kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram jadi sorotan DPR RI dan akan pertanyakan hal itu kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Foto ilustrasi.
Kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram jadi sorotan DPR RI dan akan pertanyakan hal itu kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Foto ilustrasi.

RIENEWS.COM – DPR RI menyoroti kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram di tengah masyarakat. Buntut ketidak tersediaan elpiji subsidi 3 kilogram yang dikenal awam, gas melon ini, akan dipertanyakan Dewan kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

“Akan kita tanyakan saat rapat terkait masalah itu,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung.

Martin menegaskan, DPR RI akan memanggil Menteri Erick Thohir terkait kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah daerah. Marti mengaku sudah meminta Kementerian BUMN dan Pertamina untuk memasifkan operasi pasar tabung gas, tabung melon di beberapa wilayah.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan, dirinya akan mengecek langsung ketersediaan elpiji subsidi 3 kilogram di lapangan. Hasil pengecekan nantinya, sebut Martin, menjadi bahan laporan Komisi VI DPR kepada Menteri BUMN untuk segera mengambil langkah-langkah solutif atas masalah tersebut.

“Saya akan cek langsung di lapangan,” tegas Martin, Rabu, 26 Juli 2023.

Artikel lain

Perintah Menteri Erick Usut Tuntas Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Menyikapi Putusan FIFA Piala Dunia U20, Erick: Kita Harus Tegar

Tonggak Baru Subway Buka Restoran Pertama di Yogyakarta

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mencari akar persoalan kelangkaan gas subsidi di sejumlah daerah yang sudah terjadi sejak beberapa waktu belakangan.

“Gas merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah harus menjamin distribusi LPG bersubsidi berjalan dengan lancar,” kata Puan.

Akibat kelangkaan elpii subsidi 3 kilogram, harganya dipasaran turut melonjak dari harga kisaran Rp16 ribu hingga Rp19 ribu, alami kenaikan hingga Rp30 ribu per tabung.

Artikel lain

DPR Pertanyakan Progres IKN dari Biaya, Transparansi, hingga Tenaga Asing

KPK Ungkap Suap Pengaturan Pemenang Tender Proyek Melibatkan Kepala Basarnas

RUU ASN Segera Disahkan Tenaga Honorer Tidak Diberhentikan

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengungkapkan, Pertamina masih melakukan pendataan konsumen pengguna elpiji subsidi sebagai bagian dari Program Pendistribusian Elpiji 3 Kg Tepat Sasaran. Program tersebut ditujukan agar ada pembatasan pembelian gas subsidi supaya tidak terus membengkak. (Rep-02)

Sumber: DPR RI