Hujan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Terjadi di 3 Kecamatan Ini

oleh -156 Kali Dibaca
Abu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung, Sabtu 8 Agustus 2020, menyelimuti kendaraan bermotor. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Gunung Sinabung kembali erupsi. Kali ini, letusan gunung api aktif di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2020, menghujani tiga wilayah kecamatan.

Data yang diperoleh Redaksi, semburan abu vulkanik Gunung Sinabung, status III (siaga), menyebabkan hujan abu vulkanik di Kecamatan Berastagi, Dolat Rayat, dan Kecamatan Merdeka.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra mengungkapkan, ketinggian kolom abu vulkanik mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak Gunung Sinabung, atau lebih kurang 4.460 meter dari permukaan laut (mdpl).

Berita Terkait: Tinggi Letusan Gunung Sinabung 7 Km

“Kolom abu teramati berwarna kelabu, hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal, arah condong ke arah Timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik,” kata Armen Putra dalam siaran persnya.

Armen mengimbau kepada masyarakat Karo dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Serta radius sektoral 5 kilometer ntuk wilayah Selatan-Timur, dan 4 kilometer untuk sektor Timur-Utara.

Baca Berita:

Sekda Karo Kamperas: Jaga Kesehatan Dengan Donor Darah

Ini Reaksi Kejari Karo Diprapidkan Tersangka Korupsi Lahan TPA

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik, agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” tegas Armen.

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo melaporkan tidak ada korban saat proses evakuasi warga. BPBD Karo  juga menginformasikan saat terjadi erupsi, cuaca gerimis sehingga abu tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, BPBD melakukan penyemprotan abu vulkanik di jalan raya sekitar Berastagi.

Pantauan saat erupsi, arah angin menuju ke arah timur. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Sabtu 8 Agustus 2020, gempa terekam satu kali yakni gempa letusan dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 1 jam 44 detik.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyebutkan, pantauan dari PVMBG, pada hari sebelumnya, jumlah dan jenis gempa yang terekam pada 1 Juli hingga 7 Agustus 2020, sekitar pukul 24.00 WIB, didominasi gempa hembusan, tektonik lokal dan gempa tektonik jauh.

Erupsi yang terjadi bersifat freatik dan tidak didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. Ini menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan.

Erupsi yang terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2020, lebih diakibatkan oleh overpressure dan aktivitas permukaan. Di sisi lain, erupsi hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar.

Namun demikian, PVMBG menginformasikan bahwa sifat dan karakter erupsi Gunung Sinabung bisa berpotensi erupsi eksplosif dan diikuti dengan adanya awan panas letusan.

Gunung Sinabung sejak 20 Mei 2019, berstatus level III atau siaga. Gunung Sinabung, yang mulanya dinyatakan tidak aktif,  pada tahun 2010 mulai mengalami erupsi. (Rep-01 | Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *